Presiden
Sukarno membawa kambing Jamnapari ras dari Etawah, Uttar Pradesh India ke
Indonesia untuk keperluan pengembangan silang pada tahun 1947. Kambing jenis
ini disilangkan dengan kambing lokal Lumajang (Kambing Menggolo). Kambing
Menggolo memiliki ukuran lebih besar daripada kambing kacang. Hasil silangan
ini disebut dengan Kambing Etawa Ras Senduro (Etsen).
Kambing etawa putih hanya dapat ditemui di
Senduro, sebuah desa yang terletak di kaki gunung berapi Semeru. Menurut
peternak setempat, kambing etawa putih dapat tumbuh sampai ukuran sangat besar,
hingga 170kg. Selain memberikan daging yang sangat bergizi dan susu, kambing
etawa juga membawa keberuntungan dan perdamaian kepada peternak. Kisah yang
melatar belakangi anggapan ini adalah pada tahun 1956 terjadi letusan gunung
Semeru di Senduro. Lebih dari 1000 orang meninggal dalam bencana itu, namun
secara mengagumkan 30 peternak kambing etawa putih selamat.
Ciri Fisik :
Kambing etawa ras Senduro memiliki ukuran postur dan ketebalan yang
bagus. Produksi susu sama dengan kambing etawa pada umumnya.
Berikut adalah ciri fisik kambing etawa Senduro:
- Corak warna dominan putih.
- Jarang memiliki tanduk, krn itu disebut etawa gundul Senduro.
- Kuping panjang, lemas, terpilin sampai 50 cm.
- Ukuran postur panjang, tinggi dan lebih tebal. Tinggi gumba dapat
mencapai 120 cm untuk jantan.
- Ketebalan kambing berkorelasi dengan bobot kambing.
Beternak Kambing Peranakan Etawa ( PE )
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya adalah :
- Bibit ( Calon indukan atau calon pejantan )
- Makanan Hijau - hijauan
- Kandang
Bibit ......
Untuk memilih bibit / calon indukan Kambing PE yang baik mempunyai beberapa ciri yang pada umumnya diantaranya :
- Kepala jenong dan telinga lemas dan panjang kurang lebih 30 cm
- Warna pada kepala kambing cenderung hitam pekat
- Postur tubuh besar, gempal dan tinggi serta dada dalam dan lebar
- Punggung dan pinggang memiliki tulang yang lurus
- Sangat jinak dan tidak suka mengembik
- Bentuk kaki panjang, lurus, memiliki tumit yang tinggi dan kuku kambing terbelah rapi
- Memiliki bentuk rahang yang kokoh dan mempunyai gigi yang lengkap sehingga mampu merumput dengan baik
- Memiliki garis keturunan yang baik ( Konfirmasi pada pedagang )
- Ambing simetris tidak menggantung dan perputing dua buah
Beternak Kambing Peranakan Etawa ( PE )
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya adalah :
- Bibit ( Calon indukan atau calon pejantan )
- Makanan Hijau - hijauan
- Kandang
Bibit ......
Untuk memilih bibit / calon indukan Kambing PE yang baik mempunyai beberapa ciri yang pada umumnya diantaranya :
- Kepala jenong dan telinga lemas dan panjang kurang lebih 30 cm
- Warna pada kepala kambing cenderung hitam pekat
- Postur tubuh besar, gempal dan tinggi serta dada dalam dan lebar
- Punggung dan pinggang memiliki tulang yang lurus
- Sangat jinak dan tidak suka mengembik
- Bentuk kaki panjang, lurus, memiliki tumit yang tinggi dan kuku kambing terbelah rapi
- Memiliki bentuk rahang yang kokoh dan mempunyai gigi yang lengkap sehingga mampu merumput dengan baik
- Memiliki garis keturunan yang baik ( Konfirmasi pada pedagang )
- Ambing simetris tidak menggantung dan perputing dua buah


Tidak ada komentar:
Posting Komentar